Loading...

Sejarah Baru Gereja Pasir Putih

Foto Utama

Pemberkatan Pastoran, Penerimaan Sakramen Krisma & Pelantikan DPP

Dipublikasikan pada 26 Jan 2026

Uskup Padang resmikan status Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam dan gedung pastoran baru

PEKANBARU – Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, secara resmi menetapkan Stasi Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih menjadi Kuasi Paroki, hasil pemekaran dari Paroki St. Maria A Fatima Pekanbaru, pada Minggu, 18 Januari 2026.

Rangkaian perayaan yang berlangsung di Gereja Stasi Kristus Raja Semesta Alam Pasir Putih yang meliputi pemberkatan dan peresmian gedung pastoran baru, penerimaan Sakramen Krisma bagi 37 peserta, serta pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) periode pertama sebagai penanda dimulainya pelayanan Kuasi Paroki secara resmi.

Sebelum Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup disambut meriah oleh umat dengan pengalungan bunga dan Tari Hegong, tarian tradisional asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang melambangkan sukacita, kemenangan, dan persaudaraan. Perayaan ini turut dihadiri para suster, frater, serta umat dari stasi-stasi yang tergabung dalam Kuasi Paroki Pasir Putih. Tema kunjungan Bapa Uskup, “Bertumbuh dalam Kristus, Berakar dalam Pelayanan, Bersatu dalam Perutusan,” mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam perayaan ini, Bapa Uskup didampingi oleh Pastor Paroki P. Otto Procesus Hasugian, Pr., bersama P. Alexius Sudarmanto, Pr (Vikep St. Paulus Riau), P. Riduan Naibaho, Pr., P. Martinus Suparjiya, Pr., serta Pastor Ekonom P. Pardomuan Benedictus Manullang, Pr.

Setelah prosesi penyambutan, dilaksanakan pemberkatan dan peresmian gedung pastoran baru yang terletak di samping Gereja Kuasi Paroki. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pemercikan air suci, serta penandatanganan prasasti oleh Bapa Uskup sebagai simbol resmi digunakannya pastoran untuk pelayanan pastoral.

Dalam homilinya, Bapa Uskup menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan rahmat sekaligus sejarah iman bagi umat. Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam dinilai telah menunjukkan kesiapan nyata menuju paroki mandiri melalui pertumbuhan umat, keterlibatan pelayanan, serta semangat misioner yang berakar pada karya Roh Kudus. Sakramen Krisma dan pelantikan DPP/DKP menjadi tanda kedewasaan iman umat untuk terlibat aktif, berjalan bersama, dan mengembangkan Gereja.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah-tamah yang diisi dengan manortor bersama, upacara mangulosi, lelang, sambutan, serta santap siang bersama. Suasana semakin semarak ketika Bapa Uskup turut menyumbangkan lagu sebagai hiburan sekaligus sarana penggalangan dana untuk mendukung pembangunan pastoran.

Dalam ramah-tamah tersebut, hadir pula rombongan Bimas Katolik Provinsi Riau yang diwakili oleh Alimasa Gea, S.Ag., M.Pd dan Anggota DPRD kabupaten Kampar Yohanes Lindung Mangatas Simbolon, S.T. 

Rumah Pelayanan
Ketua Panitia Pembangunan Pastoran, Erwanto Sitorus, menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh umat, para donatur, dan para imam yang telah bekerja sama sehingga pembangunan gedung pastoran dapat diselesaikan dengan baik. Ia berharap pastoran ini menjadi rumah pelayanan, pusat pembinaan iman, serta sarana perutusan Gereja, agar umat Kuasi Paroki Kristus Raja Semesta Alam semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan gedung pastoran diawali dengan perencanaan dan pembentukan panitia pada 29 Oktober 2023, serta peletakan batu pertama pada 26 November 2023 bertepatan dengan perayaan Pesta Kristus Raja Semesta Alam oleh P. Alexander Irwan Suwandi, Pr. Pekerjaan pembangunan dimulai pada 17 Desember 2023. Karena keterbatasan dana yang terkumpul dari umat, melalui koordinasi dengan pastor paroki, pembangunan kemudian dilanjutkan dengan sistem swakelola sejak 28 Maret 2024 hingga akhirnya rampung seperti yang disaksikan saat ini. Total biaya pembangunan mencapai kurang lebih Rp2,8 miliar.

Link Dokumentasi 
https://drive.google.com/drive/folders/1Zdhws3qOm17L0bQY2Tkb-IXQn-_wHIXn?usp=sharing